Nia: (menarik napas dramatis) "Eh! Lo ngapain? Kok lo rekam-rekam gitu?" Raka: (kaget, tersipu) "Eh, sori, cuma pengen nyimpen momen lucu—" Nia: (memotong, suara mendongak) "Tapi itu PRIVASI, Rak! Gimana kalo aku lagi jelek?" Dira: (mendekat, mencoba menengahi) "Nia, santai, mungkin dia nggak mikir—" Nia: (nahan emosi, tapi masih ngambek) "Nggak mikir itu beda sama minta izin. Lo harus minta izin duluuuu!"